Showing posts with label Teknikal. Show all posts
Showing posts with label Teknikal. Show all posts

Thursday, May 17, 2012

Belajar Analisa Fibonacci Numbers

Belajar Analisa Fibonacci Numbers, ada satu lagi masalah analisa teknikal yang di sebut juga dengan garis fibonansi, atau juga Analisa Fibonacci Numbers, buat bahan belajar saja saya berikan beberapa keterangan dan cara membaca indikator Fibonacci Numbers ini

Fibonacci Numbers adalah angka urutan matematis yang diperoleh dari penjumlahan 2 angka pendahulunya (contoh:1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144..dst). Ditemukan kembali oleh Leonardo Da Pisa atau Fibonacci (Son of Bonacci) pada abad ke 13.

Pembagian angka fibonacci numbers dengan sebelumnya akan menghasilkan kisaran 1.618, terutama setelah urutan angka 55 (89/55=1.61818). Dan pembagian angka kedepan akan menghasilkan kisaran 0.618 (55/89=0.618). Angka ini yang kemudian disebut sebagai the golden ratio atau phi.

Penggunaan awal angka-angka Fibonacci numbers dalam dunia trading dikenal melalui teori Elliott Wave dan W.D. Gann, namun belakangan penggunaannya telah meluas sehingga metode trading yang murni berdasarkan Fibonacci Numbers banyak bermunculan.

Umumnya Metode trading fibonacci numbers berdasarkan pada dua hal; Koreksi dan Proyeksi.

1. Koreksi (retracement) Pergerakan koreksi biasanya akan berada pada level:
  1. 0.382   
  2. 0.50
  3. 0.618
Untuk menggunakan fibonacci numbers, klik simbol Indikator Fibonacci RetracementIndikator Fibonacci Retracement yang ada di Monex Trader Anda dan drag dari titik A ke B.
Fibonacci Retracement
Gambar 1. Menggunakan Fibonacci Retracement
2. Ekspansi (Projection) Pergerakan ekspansi setelah terjadinya koreksi, umumnya akan menuju level:
  1. 0.618
  2. 1.618
  3. 2.618
  4. 4.235
Untuk menggunakannya, klik simbol Indikator Fibonacci numbers Indicators Fibonacci numbersExpansion yang ada di Monex Trader Anda dan drag dari titik A ke B, kemudian sesuaikan titik koreksinya ke C. {break}
Fibonacci Projection
Gambar 2. Menggunakan Fibonacci Projection
Kedua tool ini sudah terdapat dalam Monex Trader Anda secara default. Jika Anda tidak melihatnya, klik kanan di box line studies, pilih customize dan tambahkan fibonacci retracement dan expansion ke kolom kanan.

Gambar 3. Level koreksi dan ekspansi pada Euro

Thursday, May 10, 2012

Belajar Analisa dengan Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Belajar Analisa dengan Moving Average Convergence Divergence (MACD), lanjutan buat analisa teknikal kali ini saya akan memberikan cara membaca indikator forex lainya yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), setelah kemarin kita belajar analisa Belajar Analisa dengan Stochastic Oscillator kali ini saya pengen berbagai juga teknik analisa dengan MACD dan silahkan simak berikut ini

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah bagian dari oscillator yang digunakan secara luas oleh kalangan trader dan investor. Dikembangkan oleh Gerald Appel, berdasarkan prinsip double cross MA.

Gambar 1. Untuk memasukkan indicator Moving Average Convergence Divergence (MACD) ke dalam Grafik, pilih menu insert dan indikator, kemudian oscilator dan MACD.
Moving Average Convergence Divergence (MACD) terdiri dari dua garis:
  1. Moving Average Convergence Divergence (MACD)  Line, dihitung berdasarkan perbedaan dua garis Exponentially Smoothed Moving Average. Garis ini dalam grafik akan terlihat bergerak lebih cepat dibanding signal, sehingga terkadang disebut faster line.
     
  2. Moving Average Convergence Divergence (MACD)  Signal, adalah periode tertentu (default 9) SMA dari MACD Line. Garis ini terkadang disebut sebagai slower line.
{break}
Penggunaan MACD
  • Sinyal entry market pada dasarnya muncul begitu Moving Average Convergence Divergence (MACD) Line dan Signal berpotongan.
  • Perpotongan MACD Line ke atas MACD Signal, akan menghasilkan sinyal Buy. Dan perpotongan MACD Line ke bawah MACD Signal akan memunculkan sinyal Sell.  Moving Average Convergence Divergence (MACD) memiliki garis 0 (nol) sebagai area netral. Persepsi over bought atau over sold akan muncul pada saat kedua garis Moving Average Convergence Divergence (MACD) bergerak terlalu jauh dari area 0. Dan setiap perpotongan keatas atau kebawah area 0 juga memunculkan sinyal entry.  
  • Bearish Divergence terjadi pada saat Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang telah jauh berada di atas area 0 tidak  membentuk puncak terbaru (lower high), sementara harga masih membentuk puncak baru (higher high).  
  • Bullish Divergence muncul jika Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah berada jauh di bawah 0, dan tidak membentuk titik terendah baru (higher low), sementara harga masih memebentuk lower low.
Belajar Analisa dengan Moving Average Convergence Divergence (MACD)


Gambar 1. MACD dalam USD/JPY Daily 

Thursday, April 26, 2012

Belajar Analisa dengan Stochastic Oscillator

Belajar Analisa dengan Stochastic Oscillator, setelah tadi saya juga sudah memberikan sedikit teknik cara belajar analisa degan Bollinger Bands, kali ini saya akan melanjutkan belajar trading forex kita dengan cara membaca indikator forex Stochastic Oscillator silahkan simak berikut ini

Stochastic Oscillator merupakan indikator teknikal yang ditemukan oleh George C. Lane, stochastic oscillator sangat populer dan digunakan secara luas oleh trader dan investor dalam hampir seluruh instrumen keuangan dunia. stochastic oscillator dipergunakan untuk membantu menentukan level overbought dan oversold.

Overbought dan oversold memiliki arti bahwa pasar telah bergerak terlalu jauh dan terlalu cepat , sehingga membutuhkan koreksi dalam waktu dekat. Stochastic  juga merupakan bagian dari Oscillator yang menggunakan fixed range  0 sampai 100. Dengan area ekstrim berada di area 70 (80) dan 30 (20).

Gambar 1. Memasukkan Indikator Stochastic oscillator ke dalam grafik "Pilih menu insert kemudian indikator (atau klik ikon fungsi) pilih oscillator dan stochastic"{break}
Stochastic Oscillator terdiri dari dua garis:

%K adalah garis yang tercepat, merupakan perbandingan dari harga close dikurang low periode tertentu dan harga high dikurang low periode tertentu. %D adalah garis yang lebih lambat, merupakan average dari %K sepanjang periode tertentu.

Penggunaan Stochastic Oscillator:
  • Standarnya, pembacaan diatas 70 diasumsikan sebagai overbought, dan area 30 adalah area oversold. Namun banyak analis lebih mengatakan area ekstrim 80 dan 20 jauh lebih representatif.
  • Secara teori, Sinyal buy dalam Stochastic Oscillator akan muncul pada saat %K bergerak ke atas memotong %D yang terjadi di bawah area 30 dan keduanya (%K & %D) mengarah keatas.
  • Sinyal sell muncul pada saat %K bergerak ke bawah memotong %D yang terjadi di atas area 70, dan keduanya mengarah kebawah
  • Divergence dan convergence terjadi ketika harga bergerak membentuk highest high atau lowest low tetapi stochastic oscillator tidak pada saat yang sama tidak membentuk highest high atau lowest low. Sinyal ini penggunaannya mirip dengan penggunaan indikator lain seperti MACD dan RSI.
penggunaan stochastic oscillator
Gambar 2. Penggunaan Stochastic oscillator

Thursday, April 19, 2012

Belajar Analisa Dengan Bollinger Bands

Belajar analisa dengan Bollinger Bands, salah satu analisa teknikal yang kita kenal selain Analisa Menggunakan Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI), ada  lagi analisa teknikal dengan memakai indikator Bollinger Bands, dan bagaimana cara membaca serta mempraktekanya silahkan simak pada artikel berikut ini

Bollinger bands merupakan salah satu dari beberapa indikator yang populer bagi kalangan trader dunia. Banyak sekali strategi trading yang ada saat ini menggunakan Bollinger bands sebagai dasar pengambilan keputusan transaksi, termasuk yang sudah berbentuk Expert Advisor (robot). Diantara sistem trading tersebutpun tidak sedikit yang sukses menghasilkan keuntungan secara konsisten, dan hal itu merupakan tujuan dari penulisan artikel Bollinger bands  kali ini.

Sebelum kita membahas strategi trading berdasarkan Bollinger bands, tentu diperlukan pemahaman mengenai indikator tersebut, dasar perhitungan dan bagaimana cara penggunaannya.

Apa itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti rata-rata pergerakan harga sepanjang periode tertentu. Garis utama Bollinger Bands yang diberada di tengah gerakan (middle band) dan menjadi tolok ukur merupakan garis rata-rata pergerakan harga yang dihitung secara sederhana (simple moving average). Sementara dua garis lainnya ditempatkan pada bagian atas dan bawah (upper & lower band) dihitung berdasarkan +/- 2 standar deviasi dari garis rata-rata (MA).
{break}
  • Upperband = Middle band + 2 standar deviasi
  • Middle band= MA periode 20
  • Lowerband = Middle band -2 standar deviasi

Gambar 1. Bollinger Bands, MA 20 & STD 2
Bollinger bands adalah Indikator yang diperkenalkan oleh John Bollinger pada tahun 1983 ini memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi trader dalam aktifitas transaksi. Selain sebagai alat untuk mengenal tren, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai indikator volatilitas dan disaat yang sama dapat memberikan gambaran titik tertinggi (overbought) dan terendah (oversold) relatif dari pergerakan harga.{break}
Penggunaan Bollinger Bands

Untuk mulai mengambil manfaat indicator Bollinger bands ini menurut John Bollinger sendiri ada 15 aturan dasar yang perlu dipahami. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam bukunya: “Bollinger on Bollinger Bands”.

Agar tidak terlalu panjang dan lebih mudah difahami, kami merangkum panduan tersebut ke dalam 4 katagori, sebagai berikut;

1. High dan Low

Bollinger Bands mampu menyediakan definisi relatif akan harga rendah (low) dan harga tinggi (high) dari pergerakan harga. Harga tersebut dapat (dan biasanya) bergerak naik ke arah upper band atau turun ke lower band. Jika harga ditutup di bagian luar Bollinger Bands, hal tersebut tidak selalu berarti reversal, namun dapat juga merupakan sinyal berlanjut, terutama ketika ketiga garis bergerak semakin menyempit.

2. Kombinasi dengan Indikator

Definisi relatif (high dan low) Bollinger bands, dapat digunakan untuk membandingkan pergerakan harga dengan pergerakan indikator lain untuk menghasilkan sinyal transaksi yang valid. Penggunaan indikator Bollinger bands sebagai sinyal konfirmasi dapat berasal dari momentum, volume, sentimen, open interest atau data inter-market. Namun sebaiknya tidak merupakan indikator golongan yang sama. Selain itu, penggunaan indikator volatilitas atau tren tambahan tidak diperlukan karena dengan sendirinya sudah tercerminkan dalam Bollinger Bands.

3. Pengenalan pola harga (Pattern recognition)

Ketiga, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai penjelas pola harga (price pattern), seperti pola “M” pada puncak harga dan pola “W” pada dasar harga.

4. Nilai default dan penyesuaian

Nilai default Bollinger Bands adalah MA periode 20, plus 2 SD untuk upper band dan minus 2 SD untuk lower band. Nilai aktual dari setiap instrumen dapat berbeda-beda tergantung dari instrumennya dan time frame yang digunakan masing-masing.

Periode MA yang digunakan sebaiknya intermediate, dan tidak harus dicari seakurat mungkin seperti halnya ketika menggunakan MA crossover. Jika periode MA diatur lebih panjang, maka sebaiknya jumlah standar deviasinya juga turut ditingkatkan. Misalnya, +/- 2,1 standar deviasi pada MA periode 50.

Demikian juga sebaliknya, Standar deviasi diturunkan ketika menggunakan MA periode lebih pendek, misalnya +/- 1,9 SD pada MA periode 10.

Keempat panduan tersebut karena keterbatasan tertentu, tidak akan diperjelas dengan penggunaan contoh-contoh. Setelah memahami hal-hal tersebut, pembahasan kita lanjutkan pada peluang menyusun strategi trading melalui Bollinger Bands.

Strategi Trading

Keunggulan Bollinger bands dalam menghasilkan strategi trading diperoleh dari dua karakteristiknya yang penting.
  • Yang pertama adalah indicator Bollinger bands ini mampu memberikan gambaran tren seperti halnya yang dilakukan oleh moving average.
  • Kedua, BB (Bollinger Bands) bergerak menyempit dan mengembang sesuai dengan volatilitas harga, sehingga memberikan level support dan resistance yang lebih dinamis.
Seperti yang diperlihatkan dalam gambar 1 di atas, garis tengah BB (Bollinger bands) bergerak memberikan konfirmasi terhadap tren yang tengah terjadi, sekaligus di saat yang sama, garis atas dan bawah BB (Bollinger bands) mampu memberikan level-level tahanan yang bergerak dinamis.

Dari karakteristik Bollinger bands tersebut ada dua model strategi penting yang dapat kita ambil sebagai acuan dalam penyusunan sistem trading, counter trend dan trend following.

1. Counter trend

Yang dimaksud dengan counter trend disini adalah keputusan transaksi diambil ketika harga berhasil mencapai titik-titik tahanan yang disediakan oleh BB (Bollinger bands). Dengan maksud bahwa posisi beli diambil ketika harga mencapai support, dan posisi sell diambil ketika harga mencapai titik resistance.

Strategi ini banyak digunakan akibat perilaku unik yang diperlihatkan oleh BB (Bollinger bands) terhadap perubahan harga. Harga sering sekali kembali ke area middle band setelah berhasil mencapai bahkan menembus upper band atau lower band, terutama pada masa konsolidasi.

Namun demikian, hal yang perlu diingat adalah bahwa banyak dari tag tersebut menghasilkan sinyal palsu. John Bollinger sendiri mengingatkan dalam bukunya, bahwa sentuhan (tag) harga terhadap upper atau lower band hanya sekedar tag tidak berarti apapun karena harga dapat melanjutkan pergerakannya (walking the band) dan menyentuh upper atau lower band secara terus menerus tanpa sempat mengalami koreksi terlebih dahulu, hal tersebut terjadi umumnya pada saat trending.

Untuk memperkecil sinyal palsu Bollinger bands, dalam aturan entri sebaiknya diberi filter lain atau paling tidak terdapat syarat tambahan agar tidak seluruh tag dijadikan sebagai sinyal. Dibawah ini adalah aturan sederhana Bollinger bands dengan konfirmasi closing price yang dapat dijadikan contoh untuk menginspirasi Anda dalam menyusun sistem trading seperti ini.
  • Membeli pada saat open, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di bawah lower band.
  • Menjual pada saat open, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di atas upper band.
Exit strategi Bollinger bands merupakan komponen terpenting dari sinyal transakasi. Di bawah ini beberapa alternatif exit yang dapat Anda jadikan panduan.
  • Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah middle band, dan menutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas middle band. Penggunaan sistem exit seperti ini memerlukan stop tambahan (subjektif), karena ketika tren, harga dapat bergerak naik tanpa sempat ditutup di bawah atau di atas middle band.
  • Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah lower band, dan menutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas upper band. Penggunaan stop juga diperlukan disini, karena harga dapat bergerak naik tanpa sempat memenuhi kondisi exit.
  • Alternatif trailing stop juga sebaiknya dipertimbangkan sebagai proteksi dari pergerakan harga yang tidak sempat memenuhi aturan exit, agar posisi Anda yang telah menghasilkan keuntungan tidak berubah menjadi kerugian.
Kembali pada contoh Euro h1, sejak tanggal 2 hingga 16 Oktober, dengan menggunakan alternatif exit pertama (a) tanpa stop loss, sistim ini berhasil mengantongi ± 171 pips, dengan win loss ratio 60:40 (%).
Bollinger Bands sinyal entri dan exit
Gambar 2. Contoh sinyal entri & exit Bollinger Bands pada Euro H1
Ilustrasi Bollinger bands pada gambar 2 sekedar contoh dan hanya berdasarkan uji coba visual yang memungkinkan hasil kurang akurat. Anda perlu melakukan penyesuaian sendiri terhadap instrumen, time frame dan metode sendiri sebelum mengaplikasikannya ke dalam aktifitas trading Anda.

2. Trend Following

Tentunya, aturan Bollinger bands yang paling umum digunakan dalam sistem ini adalah aturan yang secara kontras berlawanan dengan aturan-aturan counter trend diatas, baik pada entri maupun exit-nya.

Contoh pertama aturan yang umum digunakan:

Membeli pada saat harga ditutup di atas upper band. Menjual pada saat harga ditutup di bawah lower band. Tutup posisi beli pada saat harga ditutup di bawah lower band. Tutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas upper band.
Bollinger Bands trend following
Gambar 3. Contoh trend following Bollinger Bands pada Euro h1
Kembali lagi pada ilustrasi Euro, sistem Bollinger bands ini secara kontras mengahasilkan posisi berlawanan dengan counter trend. Dengan menggunakan asumsi yang sama dan secara visual, sejak 2 hingga Oktober 09, sistem ini menghasilkan ± 55 pips dengan win loss ratio 50:50 (%).

Jika Anda adalah trend trader, Anda dapat melakukan penyesuaian dan optimasi tersendiri untuk meningkatkan hasil dari penggunaan Bollinger Bands ini.
{break}
Berikut ini adalah contoh penyesuaian penggunaan Bollinger Bands untuk sistem trend following:
  • Atur Bollinger Bands dengan nilai MA 100, dan standar deviasi 1
  • Beli ketika low kemarin berada di atas upper band
  • Jual ketika high kemarin berada di bawah lower band
  • Tutup posisi beli ketika high kemarin berada di bawah upper band
  • Tutup posisi jual ketika low kemarin berada di atas lower band
Pada contoh Bollinger bands kali ini, kita menggunakan USD/JPY sebagai instrumen dengan time frame daily. Silahkan mengujinya pada instrumen lain, seperti Euro atau USD/CHF. Hanya saja yang perlu di ingat adalah bahwa sistem ini bekerja baik dalam time frame lebih besar seperti daily. Anda akan menemukan banyak false signal ketika menerapkannya pada instrumen yang jauh lebih pendek.
 Bollinger Bands Alternatif trend following
Gambar 4. Alternatif trend following Bollinger Bands pada USD/JPY D1.
Dengan menggunakan aturan-aturan Bollinger bands tersebut diatas yang diterapkan pada USD/JPY, sistem tersebut secara visual telah menghasilkan total ± 990 pips sejak September 07 hingga 19 Okt 09, dengan win loss ratio 50:50 (%).

Kesimpulan
  • Seperti pada umumnya yang dapat kita peroleh dari alat teknikal, Bollinger Bands memberikan alternatif pembacaan terhadap pergerakan pasar dan bagaimana cara memanfaatkan pergerakan tersebut untuk meningkatkan hasil transaksi.
  • Bollinger Bands memberikan Anda gambaran tentang volatilitas harga, tren yang sedang berlangsung titik support dan resistance dalam satu bentuk indikator. Sehingga ide-ide penyusunan sistem trading dapat dilakukan dengan sederhana.
  • Contoh aturan dalam artikel ini adalah bentuk-bentuk sederhana dari penggunaan Bollinger Bands, menggunakan data terakhir beberapa instrumen, dan berdasarkan pengujian visual. Anda sebaiknya melakukan penyesuaian dan pengujian tersendiri sebelum mengaplikasikannya ke dalam live trading.

Wednesday, April 4, 2012

Belajar Analisa Menggunakan Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI)

Belajar Analisa Menggunakan Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI), untuk melajutkan belajar bermain forex kita maka saya akan memberikan salah satu analisa teknikal lainya yakni dengan mengginakan Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI) untuk membaca peluang pergerakan mata uang yang akan kita perdagangkan dan berikut ini selengkapnya

Moving average (MA) dan Relative Strength Index (RSI) akan banyak dibahas dalam bagian ini, kita akan mempelajari penyusunan metode trading berdasarkan analisa teknikal. Untuk memudahkan proses penyusunan, dalam buku ini kita hanya akan membahas dan menggunakan dua indikator yang paling populer saja, yakni Moving Average dan RSI. Kedua indikator tersebut akan digunakan dalam studi kasus selanjutnya.

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai perubahan harga rata-rata dalam satu timeframe tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 20 berarti harga rata-rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 = rata-rata harga selama 20 jam terakhir.

Tipe Moving Average

Dari cara perhitungan rata-rata harga, MA terbagi dalam 3 model:

1. Simple Moving Average (SMA)

Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan merupakan yang paling luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi.

2. Weighted Moving Average (WMA)

Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode;1+2+3+4+5=15. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Sehingga lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, namun memiliki lebih banyak noise.
{break}
3. Exponential Moving Average (EMA)

EMA adalah MA yang berusaha menjawab persoalan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit diantara ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh trading platform yang ada. EMA mampu mengenali perubahan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA.

Gambar 1 Tiga jenis moving average
Dalam gambar 1 diatas kita dapat melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Weighted bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih mampu memberikan sinyal lebih cepat dibanding simple Moving Average.

Penggunaan moving average

Ada banyak cara untuk menggunakan MA sebagai alat dalam menentukan tren dan perubahan nya, dan cara tersebut semakin hari semakin berkembang. Beberapa gambaran umum penggunaan MA dibawah ini dapat dijadikan panduan;
  • Mengenali tren
Moving average dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengenali tren dengan membandingkan pergerakan harga terhadap garis MA. Tren naik dapat  dikatakan telah terjadi ketika harga bergerak di atas MA, turun ketika harga bergerak di bawah MA.
{break}
  • Support and Resistance areamoving average tips
MA juga berfungsi sebagai support dan resistance pergerakan harga. Seperti pada gambar 2 MA berfungsi sebagai support ketika Euro mengalami rally dari bulan Februari hingga April 2008, setelah berhasil menembus level support pada bulan Agustus’08, garis MA kemudian berfungsi sebagai resistance hingga Mei 2009.
 
moving average sebagai support dan resistance Gambar 2 MA sebagai support dan resistance
Ketika harga berada diatas MA, MA bertindak sebagai support dan ketika harga berada di bawah MA, MA bertindak sebagai resistance.
  • Identify reversal opportunities
MA juga dapat digunakan untuk mencari indikasi perubahan tren harga, sekaligus menemukan level entry dan exit transaksi. Ada dua cara utama untuk mendapatkan hasil tersebut:

Pemotongan garis MA oleh harga.

Perubahan tren harga dapat dikenali ketika harga memotong ke atas atau ke bawah garis MA. Jika harga memotong ke atas garis MA, maka tren naik sedang dimulai. Dan jika harga memotong ke bawah garis MA, maka tren turun dapat dikatakan sedang dimulai.
{break}  
Perpotongan antara garis MA

Perpotongan antara garis MA dikenal dengan istilah crossover method. Umumnya crossover menggunakan dua atau lebih garis MA yang saling berbeda periode. Crossover yang paling terkenal dan masih memiliki validitas tinggi adalah double crossover method. Metode ini yang seterusnya akan kita gunakan dalam pembahasan selanjutnya.
moving everage double crossove
Gambar 3 Double crossover method, Euro Hourly, Mei 2009
Konsep crossover berarti, MA akan menghasilkan sinyal trend naik ketika garis MA periode yang lebih pendek memotong ke atas garis MA periode yang lebih panjang, dan sinyal tren turun terjadi ketika garis MA pendek memotong ke bawah garis  MA periode yang lebih panjang. Kombinasi klasik yang populer untuk metode ini adalah; 5 dan 10, 10 dan 50, 20 dan 50.

Dalam gambar 3, di dalam grafik euro sejak tanggal 5 hingga 14 Mei 2009, terdapat dua kali crossover, yang pertama menghasilkan kerugian dan yang kedua menghasilkan keuntungan cukup besar.

Crossover bekerja dalam kondisi terbaik pada saat harga mengalami tren satu arah, seperti yang diilustrasikan dalam figure 4, terhadap USD JPY, Hourly.
moving everage crossover method
Gambar 4 Crossover method, USDJPY Hourly, Mei 2000  {break}
Relative Strength Index (RSI)

Indikator ini adalah indikator ke dua yang akan kita bahas dalam buku ini. RSI merupakan salah satu indikator yang paling luas digunakan oleh trader dan investor.

Dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. sejak tahun 1970-an dan pertama kali dipublikasikan melalui bukunya New Concepts in Technical trading systems.

Ada banyak penggunaan RSI yang diperkenalkan oleh Wilder dalam bukunya tersebut, namun kita hanya akan membahas bagian terpenting yang masih memiliki validitas tinggi.

RSI mungkin dapat didefinisikan sebagai indikator yang mengukur kekuatan relatif pasar berdasarkan perbandingan antara kenaikan dan penurunan, yang ditampilkan dalam bentuk indeks yang bergerak antara level 0 (nol) hingga 100.

Penggunaan RSI

Ada tiga variasi penggunaan RSI yang harus diperhatikan karena akurasi sinyalnya yang masih cenderung tinggi.

1. Identifikasi puncak dan lembah harga (Top & Bottom Recognition)

Puncak dan lembah harga diindikasikan melalui RSI yang bergerak ke atas area 70 atau turun kebawah area 30. Beberapa analis lebih menyukai penggunaan 80 sebagai area ekstrim atas atau lebih dikenal dengan istilah overbought dan area 20 sebagai level ekstrim bawah atau oversold.

Sebagai contoh, gambar 5 menunjukkan kepada Anda bagaimana RSI memberikan indikasi harga tertinggi dan terendah yang terjadi pada grafik EURJPY. Ketika harga mencapai level dasar, RSI telah memasuki area oversold di bawah level 30, kemudian harga bergerak naik membentuk puncak (top) yang diikuti oleh RSI di atas 70 (overbought), dan turun kembali membentuk dasar yang ditandai dengan penurunan RSI kembali ke bawah level 30.
{break}
relative strength index
Gambar 5  RSI indikasikan puncak dan lembah harga
2. Mengenali pola (Pattern Recognition)

Pola harga yang muncul dalam RSI mungkin tidak dapat diidentifikasikan hanya melalui grafik harga. Terkadang beberapa pola muncul lebih jelas dalam RSI dibanding pada harga sendiri.

Gambar 6 memperlihatkan ketika harga bergerak naik, RSI telah membentuk pola head and shoulder yang pertama, dan lebih dulu mengalami breakout dibanding harga ketika menembus garis tren. Pada pola head & shoulder kedua, baik harga maupun RSI secara bersamaan menembus garis tahanan. Setelah berhasil breakout neckline H&S, RSI kemudian membentuk pola triangle yang hanya diindikasikan oleh garis support dalam harga.
RSI pola grafik
Gambar 6 Pola grafik dalam RSI terkadang lebih mudah dikenali {break}
3. Failure swings atau Divergence

Penggunaan yang ketiga ini adalah penggunaan yang paling banyak diawasi oleh trader karena kekuatannya yang cukup besar dalam menghasilkan pergerakan pasar. Divergence terjadi ketika harga membentuk level tertinggi atau terendah baru namun tidak diikuti oleh pembentukan level tertinggi atau terendah baru RSI.

Misalnya dalam tren naik seperti dalam gambar 7, harga membentuk level tertinggi baru namun RSI mengalami kegagalan membentuk level tertinggi baru, kegagalan ini disebut dengan failure swing dan akhirnya membentuk divergence.
RSI divergen
Gambar 7 Poweful divergence pada USDCHF, Daily.
Maksud dari divergence adalah pasar telah kehilangan kekuatan ketika high terbaru tersebut dibentuk. Demikian juga saat penurunan, harga membentuk low baru namun RSI mengalami kegagalan sehingga membentuk bullish divergence. Divergence memiliki implikasi reversal, dalam arti jika terjadi dibawah akan memberikan dorongan bullish dan jika terjadi di atas akan memberikan dorongan bearish.

Kombinasi antara moving average dan RSI

Penggunaan dua indikator diatas, seperti halnya penggunaan indikator yang lain, sangat tergantung pada pribadi penggunanya. Hal yang perlu diperhatikan sebelum penyusunan metode trading, adalah karakter, kemampuan modal dan strategi yang Anda pilih.

Panduan kombinasi

Anda dapat menggunakan poin-poin di bawah ini sebagai panduan untuk menggabungkan dua indikator tersebut:
  • Moving Average adalah indikator yang digunakan sebagai filter dari fluktuasi harga, ditujukan untuk mengenali tren dan perubahan tren yang terjadi.
  • MA periode lebih pendek bergerak sangat dekat dengan harga. Semakin kecil periode yangdipilih semakin kecil pula jarak MA dengan harga, sehingga swing yang terjadi selama pergerakan harga berlangsung tidak dapat diperhalus oleh MA, dengan demikian frekuensi terjadinya noise atau sinyal failure-pun semakin tinggi.
  • Namun di sisi lain, penggunaan MA dengan periode ini akan menghasilkan sinyal yang relatif jauh lebih cepat. Semakin panjang periode MA yang dipilih biasanya semakin jauh pula jaraknya dengan harga running. MA ini dapat memperhalus pergerakan harga sehingga tren dapat dengan mudah dikenali. Sinyal yang dihasilkan lebih lambat namun memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi.
  • RSI adalah indikator kekuatan pasar yang bergerak dalam batasan 0 hingga 100. Ditujukan untuk mengenali peluang berbaliknya harga dalam interval waktu yang relatif pendek. Gunakan RSI untuk level oversold ketika tren naik, untuk mencari peluang lebih murah. Dan gunakan pola RSI untuk mendapatkan level breakout terbaik, atau divergence untuk mengenali peluang berbaliknya harga.
{break}
Studi kasus
Studi kasus ini ditujukan untuk membantu Anda dalam merumuskan sinyal yang akan Anda gunakan dalam transaksi. Sehingga contoh dalam e-book ini selayaknya tidak dianggap sebagai rekomendasi, karena hanya bersifat ilustrasi yang memberikan panduan bagi Anda. Dalam studi ini mari kita mengambil contoh Swiss Franc Daily, periode Juni 2007 hingga 22 Mei 2009.
  • Pada tanggal 31 Mei 2007 seperti yang terlihat pada gambar 9.8, MA mengalami double crossover di area atas, namun RSI belum memberikan konfirmasi untuk membeli. Pada tanggal 29 Juni 2007, RSI 14 berhasil melakukan breakout ke bawah dan beberapa waktu kemudian, terjadidouble crossover. Dengan demikian, kedua indikator ini memberikan kesimpulan yang sama dan kita telah mendapatkan konfirmasi untuk menjual.

    Breakout RSI dan konfirmasi MA
    Gambar 8 Breakout RSI dan konfirmasi MA
     
  • Dalam gambar 9, terlihat pada bulan 9, 2008, CHF telah selesai membentuk pola berlanjut Head & Shoulder, sementara harga bergerak di bawah MA, yang mengindikasikan tren turun masih kuat. Breakout RSI pada garis neckline Head and shoulder mengindikasikan bearish, yang berarti masih sejalan dengan posisi MA. Disini, kita dapat membiarkan posisi sebelumnya atau menambah posisi baru.

    RSI divergen
    Gambar 9 Powerful Divergence RSI, USDCHF Daily{break}
     
  • Bulan Februari 2008, RSI selesai membentuk pola Symmetrical Triangle (garis biru pada gambar 10) dan breakout ke bawah, dengan kondisi MA yang masih stabil di atas. Keduanya memberikan indikasi bahwa penurunan masih berlanjut. Kemudian pada bulan Maret, terjadi divergence (ditandai dengan garis merah), dimana harga berhasil membentuk low baru namun RSI mengalami kegagalan, yang merupakan indikasi perubahan tren harga. Disini kita dapat mengurangi posisi yang ada untuk berjaga-jaga atau bahkan melikuidasi seluruhnya.

     RSI Divergence dan Triangle
    Gambar 10 Divergence dan Triangle pada RSI, breakout garis support pada harga. {break}
     
  • Dalam gambar 11 setelah RSI membentuk divergence, harga mengalami kenaikan hingga bulan Mei 2008, dan mengalami konsolidasi dalam range terbatas Bersamaan dengan itu, RSI membentuk pola triangle yang berhasil ditembus ke atas pada bulan Juli, yang kemudian diikuti oleh breakout harga terhadap channel line dan crossover double MA. Di sini kita melikuidasi seluruh posisi yang tersisa dan merupakan waktu baik mengambil posisi beli.

    Triangle RSI and Break of line
    Gambar 11 Triangle RSI and Break of line seen in price
     
  • Dalam gambar 12 setelah breakout, CHF mengalami kenaikan hingga Nopember 2008 Pada periode ini, RSI telah menyelesaikan pola Head and Shoulder dan Triangle yang diikuti oleh divergence pada puncak harga. Disini kembali kita sebaiknya melikuidasi posisi. Setelah harga dan RSI berhasil melakukan breakout ke bawah, double MA melakukan cross yang mengindikasikan tren turun. Namun di saat yang bersamaan, RSI membentuk divergence kembali di dasar harga yang mengindikasikan reversal (berlawanan dengan MA). Di level ini kita sebaiknya tidak mengambil posisi, sembari menunggu konfirmasi selanjutnya.

    RSI Break Head and shoulder
    Gambar 12 Break Head and shoulder pada RSI dan double cross pada MA
    {break}
     
  • Dalam gambar 13, MA kemudian memberikan konfirmasi kenaikan setelah divergence padatahap e sebelumnya. Kita mendapatkan konfirmasi membeli.  Harga kemudian mengalami kenaikan sejak bulan Januari 2009, yang kemudian diikuti oleh crossover MA. Pada fase ini kita kemudian kembali melikuidasi posisi dengan profit sangat tipis. Pada fase berikutnya, harga mengalami konsolidasi hingga 8 Mei 2009 lalu, dimana harga dan RSI secara bersamaan membentuk pola triangle

    Crossover MA dan breakout triangle RSI
    Gambar 13 Crossover MA dan breakout triangle RSI
    {break}
Breakout harga dan RSI terjadi dibarengi dengan cross MA. Pada tahap ini kita kembali mendapatkan sinyal konfirmasi untuk menjual. Posisi tersebut dapat kita pertahankan hingga satu atau dua indikator kita saling memberikan sinyal yang berlawanan. Jika kita menemukan kedua indikator memberikan sinyal yang sama, maka dari sisi kombinasi, hal ini sudah cukup sebagai dasar untuk mengambil posisi baru atau menambah posisi lama.
skenario maoving average dan RSI
Gambar 14 Skenario lengkap USDCHF, Mei 2007-Mei 2009
Skenario secara lengkap dapat disimak pada gambar 14. USD/CHF menurun dari Maret 2007 hingga Februari 2008 dan pembalikan tren terjadi yang menyebabkan uptrend dari Maret 2008 sampai ke Nopember 2008. Setelah ini, USD/CHF memasuki pola harga sideways. Jika melihat gambaran secara keseluruhan, dapat dilihat tren dan pola pada harga dan RSI.

Seperti yang sudah kita diskusikan sebelumnya, tren dapat dikenali melalui penggunaan moving average. Dan RSI dapat kita gunakan sebagai filter untuk mendapatkan konfirmasi lanjutan.

Gunakan ilustrasi diatas sebagai panduan. Anda dapat mencari, menyusun dan eksperimentasi dengan alat teknikal yang lain. Namun ingatlah untuk menjamin alat tersebut sederhana mungkin.

Review
  • Moving average adalah indikator untuk mengenali tren dan mengukur tren yang terjadi.
  • Sebuah sinyal yang dihasilkan oleh moving average didasarkan pada crossover yang terjadi baik dengan harga maupun dengan MA yang berbeda periode.
  • Relative Strength Index adalah jenis dari oscillator yang ditujukan untuk mengukur kekuatan harga dan penggunaan terbaiknya terletak pada saat harga mengalami konsolidasi atau sideway.
  • Anda dapat menggunakan moving average bersamaan dengan RSI untuk menghasilkan sinyal transaksi.

Thursday, March 29, 2012

Cara Menggambar Garis Trend Atau Trendline yang Baik

Cara Menggambar Garis Trend Atau Trendline yang Baik, utuk menindak lanjuti analisa teknikal kita mengenai Belajar analisa tren line berikut ini saya berikan kelanjutan dari analisa tersebut yakni cara menggambar garis tend atau trendline yang baik dan benar, dimana hal ini sering kita gunakan saat melakukan trading forex sehari hari agar meninimalisir kekalahan atau loss

Garis tren yang atau dalam bahasa forex nya sering disebut dengan TrendLine, adalah merupakan bentuk paling umum dan dasar dari analisa teknikal. Dimana dengan trendline ini bisa memberikan sinyal reversal, retracement, jual/beli. Namun faktanya juga banyak trader yang kurang memanfaatkan trendline dalam menganalisa pergerakan harga(chart).
Padahal apabila digambarkan dengan benar, trendline dapat memberikan sinyal seakurat metode analisa teknikal lainnya.
Hal yang sering terjadi adalah trader tidak membuat garis trendline sesuai kondisi pasar(kaidah yang benar), malah sebaliknya, mereka menarik garis sesuai dengan keinginan trading mereka sendiri.

Baik, Jadi bagaimana menarik garis tren dengan benar?

Pertama Garis UpTrend/Bullish:
Garis ditarik sepanjang titik/area support(lembah), yang berarti di bagian bawah pergerakan harga(chart)
Kedua Garis DownTrend/Bearish
Garis ditarik sepanjang titik/area resistance(puncak), yang berarti di bagian atas pergerakan harga(chart)
Karena ini berupa garis maka syarat untuk menarik garis adalah anda bisa menemukan 2 titik support atau 2 titik resistance dan ekor. Ekor dalam hal ini bisa diartikan sebagai titik ke 3 yang merupakan titik konfirmasi. Atau mudahnya dengan menarik dari 3 titik akan diperoleh kualitas garis tren yg lebih akurat.
Baik mari kita lihat ilustrasi gambar dibawah ini. Anda bisa melihat contoh bagaimana menarik garis trendline. Ada 3 jenis garis trendline yang umum, yaitu:
  • UpTrend : garis trend bullish (garis warna biru)
  • DownTrend: garis trend bearish (garis warna merah)
  • Sideways Trend: garis trend menyamping/sideway (garis warna hitam)

Beberapa hal penting untuk diingat tentang garis tren:

  • Dibutuhkan setidaknya 2 titik puncak atau lembah untuk menarik garis tren yang valid tetapi membutuhkan titik ke 3 untuk mengkonfirmasi garis tren.
  • Apabila Anda menemukan garis trend yg terputus-putus, atau dengan kata lain tidak dalam 1 garis lurus memanjang, ada kemungkinan bahwa tren akan segera berakhir dan terjadi break(ganti tren). Semakin terputus atau berundak, kecenderungan semakin besar.
  • Garis tren akan semakin kuat/valid apabila mereka berhasil melalui test. Dimana pergerakan harga/support/resistance tidak dapat menerjang(break) garis.
  • Dan yang paling penting, JANGAN PERNAH memaksa menggambar garis tren untuk menjadi sesuai dengan kemauan trading(analisa) sendiri, ataupun dengan kondisi pasar sekalipun. Jika setelah Anda gambarkan dengan kaidah yg benar dan ternyata tidak cocok berarti tinggalkan saja, asumsikan saat ini garis trendline gak bisa terpakai.
  • Dalam aplikasi trading forex(saham dsb), fasilitas atau tools untuk menggambar sebuah garis umumnya telah disediakan. Namun soal menarik garisnya dari mana ke mana, anda sendiri tetap yang memutuskan.

Saturday, March 17, 2012

Belajar Analisa Trend Line untuk Forex

Belajar Analisa Trend Line untuk Forex, analisa trend line ini termasuk salah satu analisa teknikal dasar untuk forex yang juga sering di gunakan oleh para trader dalam mengambil keputusan untuk buy atau sell atau hold and wait and see, dan buat yang pengen belajar analisa trend line untuk trading forex silahkan simak berikut ini selain juga analisa fundamental Forex yang kadang juga sangat berpengaruh

Sebelum mempelajari analisa trend line berikut ini sedikit pembahasa mengenai jenis jenis trend yang ada dalam grafik pergerakan harga forex

Tren dapat didefinisikan sebagai arah specific pergerakan harga. Hal ini penting untuk dipantau untuk trading sebuah market. Banyak trader terkadang membuat rumit pengenalan tren yang harusnya sejelas dan sederhana mungkin.

Tren harga adalah kecenderungan arah pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu. Dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah pergerakan.

1. Durasi Tren

Primary (Jangka Panjang) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih lama, biasanya bertahan lebih dari satu tahun. Intermediate (Jangka Menengah) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu menengah, biasanya lebih dari 3 minggu hingga beberapa bulan. Minor (Jangka Pendek) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih pendek, dari satu hari hingga beberapa minggu.

2. Arah Tren


Pergerakan harga baik primary, intermediate atau minor, biasanya cenderung menuju ke arah yang sama. Dalam analisa teknikal, tren sangat mudah dikenali dengan memahami 4 istilah dibawah ini:
  • Higher high (HH); puncak harga tertinggi
  • Higher low (HL); lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya
  • Lower high (LH); puncak yang lebih rendah dari sebelumnya
  • Lower low (LL); lembah yang lebih rendah dari sebelumnya{break}
1. Uptrend (Tren naik)

Sederetan higher High (HH) dan Higher Low (HL).  Atau dengan bahasa lain, adalah pergerakan harga yang berulang kali membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
 tren naik
Gambar 1 tren naik.     
2. Downtrend (Tren turun)
Sederetan Lower High (LH) dan Lower Low (LL). Atau, secara berulang membentuk puncak dan lembah yang lebih rendah dibanding sebelumnya.
tren turun
Gambar 2 Downtrend 
3. Sideways (Konsolidasi)

Harga yang tidak membentuk sederetan HH, HL atau LH, LL. Atau harga yang secara berulang diperdagangkan dalam area yang sama.

tren sideways
Gambar 3 Sideways {break}
Penentuan tren

1. Peak & Trough analysis

Suatu tren dapat dikatakan telah terjadi ketika sudah membentuk puncak (peak) & lembah (trough) paling sedikit dua kali ke arah yang sama.

Misalnya, jika terjadi dua kali kenaikan peak & trough (P&T), maka tren naik dapat dikatakan dimulai, seperti yang diilustrasikan pada gambar 4.
  tren awal naik
Gambar 4 Awal tren naik
Dan sebaliknya, jika terjadi dua kali penurunan P&T, tren turun mendapatkan sinyal. Hal ini dapat dilihat pada gambar 5.
 tren awal turun
Gambar 5 Awal tren menurun {break}
2. Garis tren (Trend Line)

Tren juga dapat dikenali melalui penggunaan garis yang dihubungkan antara titik tertinggi atau terendah suatu pergerakan harga. Proses penentuan tren melalui garis ini hanya dapat dilakukan jika terdapat dua titik yang dapat dihubungkan. Dalam tren naik misalnya, terdapat dua kali kenaikan trough atau dua kali penurunan peak dalam tren turun. Simak gambar 6 dan 7.
 tren naik
Gambar 6 Pemotongan garis uptrend
Ketika harga memecah garis tren, hal ini adalah sinyal pertama bahwa akan ada pembalikan tren.
tren turun
Gambar 7 Pemotongan garis downtrend {break}
Support & resistance

Support adalah level dibawah harga sekarang yang memiliki kekuatan beli cukup besar sehingga mampu menahan penurunan harga lebih jauh. Resistance adalah level diatas harga sekarang yang memiliki kekuatan jual cukup besar sehingga mampu menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Gambar 8 Resistance berubah menjadi Support
Support dan resistance merupakan level tahanan, keduanya berfungsi sebagai penghambat kecepatan harga. Jika level tersebut terlewati maka harga akan membentuk level support atau resistance yang baru. Biasanya level resistance yang berhasil terlewati akan menjadi level support bagi pergerakan selanjutnya, demikian juga bagi level support yang terlewati, biasanya akan menjadi resistance bagi pergerakan harga selanjutnya.

Support dan resistance dapat diidentifikasi dengan menggunakan garis trend. Normalnya garis tren diletakkan pada harga terendah atau harga tertinggi sebelumnya.
tren support resistance
Gambar 9 Tambahan Resistance dan Support
Dalam gambar 9, terdapat contoh lain support dan resistance yang terjadi pada Poundsterling. Anda akan menemukan level support dan resistance yang dominan pada saat harga mengalami trading range atau hanya bergerak dalam area terbatas dalam waktu yang cukup panjang. Namun begitu level berhasil ditembus, umumnya pergerakan besar menyusul kemudian. Dalam kata lain, trading range biasanya terjadi sebelum pergerakan besar.{break}
Pola harga

Tren umumnya tidak berubah secara langsung dan tiba-tiba. Biasanya terdapat periode transisi sebelum perubahan tersebut terjadi. Dan selama masa transisi tersebut harga melakukan pergerakan membentuk formasi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang mudah dikenali.

Formasi-formasi tersebut biasanya di diklasifikasikan sebagai reversal pattern dan continuation pattern. Namun implikasi dari berlanjut atau berbaliknya harga setelah menyelesaikan formasi tersebut umumnya tergantung pada ke arah mana breakout terjadi.

Dalam buku ini, kita hanya akan membahas dua pola harga yang paling umum terjadi dan memiliki efek paling tinggi.

1. Head and Shoulder


Yang pertama Head and Shoulder Pattern, sesuai namanya, adalah formasi yang mirip dengan bentuk kepala dan bahu, yang memiliki implikasi reversal. Pola ini merupakan salah satu pola klasik yang memiliki validitas tinggi.
tren pola head & shoulder
Gambar 10 Pola Head & Shoulder
Gambar 10 adalah contoh formasi pola ‘head and shoulders’ yang harus memiliki dua bahu (A dan C), dan kepala yang harus lebih tinggi dibanding kedua bahu.

Breakout terjadi ketika harga setelah membentuk bahu kanan (C) menembus garis neckline. Pergerakan harga setelah breakout tergantung jarak antara kepada dan neckline.
{break}  
Efek: Umumnya reversal, berdasarkan arah breakout terjadi

Sebagai contoh, bisa dilihat pada gambar 11. Setelah bahu kiri tercipta pada Juni dan Juli 2007, Poundsterling berhasil menciptakan high baru dan pola head tercipta [ada Agustus-Desember 2007. Harga kemudian turun lagi ke neckline and menciptakan shoulder kanan dari Maret sampai Agustus 2008. Polanya lengkap setelah harga memecah neckline pada tanggal 13 Agustus 2008. Harga mulai tren kebawah sejauh yang diindikasikan panah merah, yang juga merupakan jarak head dan neckline. and neckline.
 tren reversal
Gambar 11, Reversal Head and Shoulder pada GBP daily
2. Triangle

Triangle adalah pola harga sideway yang berbentuk segitiga, dimana kedua garis trend bergerak  saling mendekati, dan diikuti oleh harga yang membentuk sederetan lower high dan atau higher low.  Triangle memiliki banyak tipe, diantaranya symetrical, ascending dan descending, yang berbeda dari sisi klasifikasinya.

Efek: Melanjutan tren atau reversal

Untuk lebih memudahkan, bahwa hampir seluruh pola harga akan bergerak sesuai arah breakoutnya masing-masing.
{break} 
 tren Triangle berlanjut           tren Triangle berbalik arah
Gambar 12, Triangle berlanjut (continuation)       Gambar 13, Triangle berbalik arah (reversal)
Dalam gambar 12, setelah harga menyempurnakan formasi triangle, dan kemudian melakukan penetrasi ke garis triangle bagian atas. Harga bergerak sesuai dengan arah breakout. Demikian juga pada gambar 13, harga bergerak kearah breakout tetapi merupakan reversal tren yang sedang berjalan.
 tren Breakout 
Gambar 14 Euro H1, Breakout ke bawah
Euro H1 membentuk pola symetrical triangle dengan bearish breakout seperti yang diilustrasikan oleh gambar 14, kemudian harga dengan cepat kembali ke area awal pembentukan pola.

Dalam Time frame lebih besar (H4), setelah breakout tersebut, Euro  kemudian membentuk pola symetrical triangle yang lebih besar, namun membentuk bullish breakout (gambar 15).
 tren Breakout
Gambar 15 Euro H4, Breakout ke bawah
Review
  • Tren didefinisikan sebagai kecenderungan pergerakan harga dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah bergeraknya.
  • Tren dapat dikenali melalui posisi puncak dan lembahnya, menggunakan garis tren atau melalui indikator.
  • Pola harga dapat diklasifikasikan ke dalam 2 model, yang pertama adalah pola berlanjut, dan kedua adalah pola reversal atau pembalikan arah.
  • Umumnya efek yang dihasilkan oleh pola harga mengikuti arah breakout-nya.

Monday, March 5, 2012

Analisa Teknikal Dasar Untuk Forex

Analisa Teknikal Dasar Untuk Forex, setelah kemarin kita membahas mengenai analisa fundamental forex yang mana berisikan berita berita apa saja yang bisa berpengahruh terhadap perubahan harga mata uang dunia, kali ini kita akan membahas mengenai analisa teknikal forex, dimana analisa teknikal ini hanyalah analisa dasar saja buat mengetahui atau memprediksi pergerakan mata uang di pasar dengan dasar teknikal

Analisa teknikal dasar Definisi dan asumsi dengan Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator

Berjalanlah ke area terbuka, dan lihatlah kondisi cuaca saat ini. Apakah Anda melihat langit cerah? Atau berawan? Atau mendung? Atau bahkan mendung yang sangat gelap? Setelah itu, ingat-ingatlah kembali cuaca apa yang biasanya menyusul?

Kita umumnya dengan analisa teknikal akan memperkirakan akan turun hujan jika saat ini melihat cuaca mendung, atau sebaliknya, jika melihat cuaca cerah, kita tidak mengharapkan hujan akan turun.

Disadari atau tidak dengan analisa teknikal, kita sedang membuat perkiraan-perkiraan tentang masa depan berdasarkan situasi atau kondisi saat ini. Perkiraan tersebut membantu kita untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi. Misalnya, jika kita melihat mendung yang gelap pada puncak musim hujan, tentunya kita tidak akan keluar rumah tanpa mempersiapkan diri untuk menghadapi hujan lebat bukan?
analisa teknikalBerdasarkan analogi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mekanisme analisa teknikal persis dengan perkiraan cuaca. Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh semua orang. Weatherman tidak membutuhkan data lain untuk melakukan perkiraan selain melihat ke langit dan mengenali tanda-tanda dan kebiasaan sebelum turunnya hujan. Analisa Teknikal juga demikian, hanya membutuhkan grafik sebagai satu-satunya sumber data untuk menganalisis perilaku pasar dan menghasilkan perkiraan selanjutnya.

Banyak istilah dalam definisi analisa teknikal yang mungkin Anda temukan. Misalnya; analisa teknikal sebagai studi terhadap harga, studi terhadap perilaku pasar, terhadap grafik atau terhadap pola-pola harga. Dengan tujuan untuk mengenali tren atau mencari peluang entry & exit atau untuk memaksimalkan keuntungan. Tetapi tentu, Anda sendiri sadar bahwa perbedaan tersebut hanya sebatas penggunaan istilah yang berujung pada maksud yang sama. Pada intinya, analisa teknikal merupakan analisis terhadap perilaku pasar untuk mencari peluang-peluang transaksi.
{break} 
Perilaku pasar
Perilaku seluruh pihak yang terlibat di pasar hanya muncul dalam tiga bentuk aktifitas:
1. Membeliteknikal analisis Melakukan pembelian terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
2. Menjual Melakukan penjualan terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.

3. Mengamati Memilih untuk tidak mengambil posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada, atau telah memutuskan untuk menahan posisi hingga waktu atau harga tertentu.

Dan hasil analisa teknikal dari aktifitas tersebut memunculkan kenaikan atau penurunan harga. Jika pihak pembeli lebih kuat dibanding penjual, maka analisa teknikal harga tentunya akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin banyak pihak yang meminta, maka analisa teknikal harga akan semakin tinggi, dan jika semakin banyak pihak yang menawarkan maka semakin rendah pula harga. Hal ini terjadi karena pasar adalah tempat perdagangan maka hukum supply & demand tetap berlaku.

Untuk mengenali analisa teknikal apakah harga mengalami kenaikan, penurunan atau bergerak dalam area yang terbatas, kita membutuhkan data yang mencakup harga sekarang dan harga-harga sebelumnya. Keseluruhan  data analisa teknikal tersebut kemudian ditampilkan ke dalam grafik atau chart, yang saat ini sudah tersedia secara atomatis melalui software tertentu atau trading platform yang ada. Dan itu tentunya analisa teknikal tersebut sangat memudahkan proses analisa.

Ketika melihat grafik analisa teknikal, Anda akan menemukan harga bergerak naik, turun atau datar secara berlulang-ulang, dari sinilah proses pengenalan tren harga dapat kita lakukan, dan kemudian mengenali ciri-cirinya masing-masing untuk dimanfaatkan pada kesempatan analisa teknikal berikutnya.

Figure 1 Alur kerja analisa teknikal
Seperti yang diperlihatkan dalam diagram 1, proses analisa teknikal dimulai melalui grafik untuk mengenali tren kemudian mencari peluang untuk menciptakan keuntungan.

Asumsi dasar

Untuk membangun pemahaman dan pengetahuan tentang analisa teknikal selanjutnya, ada 3 asumsi dasar yang perlu diketahui:
1. Market discount everything

Yang pertama adalah bahwa analisa teknikal pasar merupakan cerminan dari segala sesuatu. Perubahan harga yang terjadi di pasar adalah hasil dari tindakan (pembelian atau penjualan) yang diambil oleh para pelaku dengan beragam latar belakang, informasi, pengetahuan dan emosi yang berbeda.

Melalui pengamatan terhadap perubahan harga yang terjadi di pasar sudah cukup bagi seorang analis untuk memperkirakan analisa teknikal pergerakan harga selanjutnya.

2. Prices move in a trend

Analisa teknikal harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama beberapa periode.  Pergerakan tersebut dapat naik, turun atau bergerak dalam area tertentu (sideway) membentuk pola-pola yang efeknya dapat dikenali. Analisa teknikal percaya bahwa harga tidak bergerak secara acak, sehingga dapat diperkirakan. Jika harga suatu aset bergerak naik pada akhir minggu ini, maka minggu depan pergerakan tersebut cenderung berlanjut, sampai tanda analisa teknikal berakhirnya kenaikan muncul secara jelas.

3. History repeats itself

Pola-pola analisa teknikal tertentu yang dibentuk oleh pergerakan harga yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali dan menimbulkan efek yang sama di masa depan. Analis teknikal percaya bahwa perilaku transaksi manusia yang didorong oleh informasi, keinginan dan emosi secara masal cenderung akan berulang, misalnya analisa teknikal sekerumunan massa yang melakukan antrian akibat kelangkaan minyak tanah pada saat ini akan kembali mengulang perilakunya di masa depan ketika menghadapi situasi yang sama.

Alat analisa teknikal

Seorang trader atau investor hanya membutuhkan harga dan volume untuk dapat melakukan analisa teknikal. Dimana harga adalah nilai uang dari aset yang diperdagangkan, dan volume adalah jumlah transaksi. Kedua data ini, kemudian dimunculkan dalam grafik yang akhirnya menjadi objek utama analisa teknikal.

Tipe-tipe grafik

Dalam analisa teknikal, model grafik ada berbagai macam, namun dalam perkenalan ini kita akan membahas tiga yang paling populer.
1. Line chart
Analisa teknikal Grafik ini hanya berisikan sebuah garis yang menghubungkan penutupan perdagangan yang satu dengan yang lain. Misalnya jika pada hari pertama perdagangan harga berakhir di level 300, dan di hari kedua ditutup di harga 200 dan di hari ketiga di harga 400 seperti pada gambar 2, maka garis lurus dapat digambar dari 300 menuju 200 kemudian 400, dari arah kiri ke kanan.
teknikal analisis chart line
Gambar 2 Line Chart
Sebuah analisa teknikal line chart memiliki pergerakan yang jelas dan halus tetapi tidak menyediakan informasi harga tertinggi, terendah dan harga pembukaan setiap sesi, akibatnya fluktuasi analisa teknikal pasar tidak terlihat selama periode tersebut. Tergantung strategi yang anda memilih, hal ini dapat berarti atau tidak.
{break}
2. Bar chart
Analisa teknikal bentuk bar chart menyerupai batang yang memiliki tangkai di kiri dan kanan, dan memiliki informasi yang lebih lengkap, berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan.

Harga buka pasar berada pada tangkai kiri, dan penutupan pada tangkai kanan. Sementara ujung dari batangnya mewakili harga tertinggi dan terendah dalam satu periode perdagangan.
analisa teknikal bar chart
Gambar 3 Struktur bar chart
3. Candlestick chart
Analisa teknikal Candlestick merupakan grafik tertua yang ditemukan oleh analis teknikal. Struktur tubuhnya menyerupai lilin, dan memiliki unsur yang sama dengan bar chart, terdapat data Open, High, Low dan Close pada setiap sesinya.

Harga yang mengalami kenaikan biasanya dibentuk dengan warna terang, dan harga turun dengan warna gelap. Selain berfungsi sebagai salah satu tipe grafik, candlestick juga memiliki model analisa tersendiri yang telah luas digunakan oleh trader di dunia.
analisa teknikal Candlestick chartGambar 4 Candlestick chart
Seluruh model grafik memiliki keunikan tersendiri, seseorang mungkin saja lebih menyukai line chart dibanding bar ataupun candlestick. Observasilah ketiganya, temukan mana yang Anda minati.

Dalam gambar 5 di atas, analisa teknikal grafik line yang berada pada posisi paling kiri menampilkan harga lebih halus dibanding grafik bar ataupun candle. Namun line chart tidak memiliki data intraday yang cukup penting, misalnya harga perdagangan tertinggi atau terendah sepanjang periode tersebut, sehingga line chart banyak digunakan hanya untuk mempermudah pengenalan tren, sementara bar dan candle lebih banyak digunakan untuk analisa teknikal peluang-peluang transaksi, jangka pendek dan menengah.
Analisa teknikal Grafik line
Gambar 5 Analisa teknikal Grafik line, bar dan candlestick untuk Euro Daily, Mei 2009  {break}

Analisa teknikal Indikator dan oscillator

Indikator teknikal adalah hasil perhitungan matematis yang inputnya berdasarkan pada dua hal; harga dan volume. Sebuah indikator dapat disusun dengan hanya mempertimbangkan harga, atau hanya volume atau kombinasi dari keduanya.

Perbedaan indikator dan oscillator dalam analisa teknikal terletak pada batasan perhitungannya. Indikator tidak memiliki batas atas dan bawah, misalnya analisa teknikal Moving Averages. Sementara oscillator biasanya bergerak terbatas di dalam area tertentu, misalnya 0 sampai 100 seperti RSI dan Stochastic, atau bergerak diantara area positif dan negatif dengan area tengah 0, seperti MACD. Namun, secara praktis, indikator dan oscillator tidak harus dibedakan sedemikian rupa, karena analisa teknikal keduanya menggunakan dasar dan memiliki manfaat yang sama.

Dua manfaat analisa teknikal indikator dan oscillator adalah:

1. Menentukan tren dan mengukur kualitasnya

Dalam kategori analisa teknikal ini, terdapat indikator yang dapat membantu trader untuk mengenali/ menentukan sebuah tren yang terjadi, seperti penggunaan Moving Average(MA), kemudian mengukur kekuatan nya seperti Average Directional Movement Index (ADX), mengukur tingkat volatilitas harga , seperti Average True Range (ATR), dan mengukur tingkat kecepatan perubahan harga, misalnya Momentum.

2.Menentukan level entry dan exit

Penggunaan indikator tidak bisa dianggap remeh dalam membantu seorang trader untuk menentukan pengambilan posisi beli atau jual. Setiap analisa teknikal indikator biasanya memiliki metode sendiri dalam menghasilkan sinyal. Moving Average misalnya, menghasilkan sinyal beli ketika penutupan harga berhasil melampaui garis MA, atau ketika terjadi crossover antara MA periode lebih pendek ke atas MA periode lebih panjang.{break}

Tips memilih indicator

Pilihlah indikator yang paling cocok dan mudah untuk Anda gunakan dalam menganalisa teknikal. Gunakan sesedikit mungkin indikator agar sistem Anda tidak terlalu rumit dalam melakukan analisa teknikal. Pilihlah indikator berdasarkan fungsinya masing-masing. Misalnya: Moving average untuk mengenali tren dan RSI sebagai filter atau mencari sinyal konfirmasi. Amatilah perilaku indikator terhadap harga dengan mengujinya. Kenali pada kondisi apa saja indikator tersebut berfungsi dengan baik dan pada kondisi apa saja mengalami gangguan.

Review
  • Analisa teknikal adalah studi terhadap perilaku pasar untuk mengenali peluang trading.
  • Ada tiga buah asumsi dasar yang menjadi fondasi analisa teknikal; Market discount everything, price moves in trend dan histroty repeat it self.
  • Analisa teknikal membutuhkan dua jenis data untuk menganalisa yaitu harga dan volume. Indikator dan alat lainnya dibuat berdasarkan dua data tersebut.
  • Tiga jenis grafik yang paling populer yaitu line chart, bar chart dan candlestick chart.
  • Indikator dan oscillator dibedakan berdasarkan area pergerakan tetapi memiliki interpretasi yang sama.
Itulah beberapa analisa Teknikal dasar untuk bermain forex semoga bermanfaat buat anda semua